Pagi menjelang dengan ribuan aktifitas manusia, menumpuk diatas meja penuh rimba. Bertanya kenapa, tapi dijawab tiada. Seperti terjebak dalam sebuah hunian kosong , tapi dipaksa menari untuk menghibur seseorang yang tidak pernah ada dalam tempat itu.
Bukan hanya kosong, tapi berdebu dan rapuh. Sesak dan mungkin kapan saja bisa rubuh menimpa kita. Kesesaatan dalam lamunan. Mengapa kita diciptakan dan harus menghadapi semua kesibukan serta tekanan dalam kurungan bernama hidup dan dunia.
Menghantui setiap pemikir-pemikir awam. Kadang malah terjebak dalam pikiran sendiri dan hanyut di dalamnya.
Apa yang sebenarnya kita peroleh dari semua yang kita kerjakan?. Apa yang kita nikmati dalam hidup sebenarnya. Semua yang kita nikmati bukanah selalu ada kaya akhir di dalam nya.
Kadang keegoisan, ketidakperdulian, pikiran yang seujung kuku ini selalu memaksa mengikuti alur dunia yang kian jauh dari yang nama nya kebenaran. Manusia tak lagi mencari sesuatu yang dianggapnya benar. Mereka mencari sesuatu yang berbeda, nyaman, dan membuat mereka senang. Melakukan apa saja untuk itu, mengajak orang lain untuk ikut didalam nya dan itu yang di sebut dengan memaksa orang lain menari dalam bangunan kosong. Ironisnya mereka menamakan ini adalah sebuah hak mereka, hak asasi untuk memaksa dan dipaksa.
Dan, akhirnya sesuatu perkataan,"hidup itu tak selalu datar". Hanya akan selamanya menjadi datar.
Bukan hanya kosong, tapi berdebu dan rapuh. Sesak dan mungkin kapan saja bisa rubuh menimpa kita. Kesesaatan dalam lamunan. Mengapa kita diciptakan dan harus menghadapi semua kesibukan serta tekanan dalam kurungan bernama hidup dan dunia.
Menghantui setiap pemikir-pemikir awam. Kadang malah terjebak dalam pikiran sendiri dan hanyut di dalamnya.
Apa yang sebenarnya kita peroleh dari semua yang kita kerjakan?. Apa yang kita nikmati dalam hidup sebenarnya. Semua yang kita nikmati bukanah selalu ada kaya akhir di dalam nya.
Kadang keegoisan, ketidakperdulian, pikiran yang seujung kuku ini selalu memaksa mengikuti alur dunia yang kian jauh dari yang nama nya kebenaran. Manusia tak lagi mencari sesuatu yang dianggapnya benar. Mereka mencari sesuatu yang berbeda, nyaman, dan membuat mereka senang. Melakukan apa saja untuk itu, mengajak orang lain untuk ikut didalam nya dan itu yang di sebut dengan memaksa orang lain menari dalam bangunan kosong. Ironisnya mereka menamakan ini adalah sebuah hak mereka, hak asasi untuk memaksa dan dipaksa.
Dan, akhirnya sesuatu perkataan,"hidup itu tak selalu datar". Hanya akan selamanya menjadi datar.