Sabtu, 21 Desember 2013

Tidak ada yang nyata dalam hidup


Pernah kau merasa setiap detik dalam hidupmu bagai kepalsuan yang nyata, bukan lagi kenyataan yang benar-benar.

Pelangi yang hanya akan timbul dalam cerca cahaya,
menyorot deras air mengembun, 
tertiup angin diantara awan putih dan abu
menyatu tutupi jengkal demi jengkal warna azura,

sepintas dan hanya dalam kedipan..
menghilang indahnya bersama putaran bumi,
begitu juga awan..
menjauh dari metari dan menghangatkan padi-padi,

sisipkan dan meresap pada selah-selah
untaian biji-biji putih,
kekuningan dan menundukkan pandangannya,

Saya bukan orang pintar dalam merangkai kata, saya bukan kutu buku yang seharusnya lebih pantas menjadi seorang penulis. Trus, di sebut apa seharusnya saya? mungin orang sok pamer, hahahaha.. maybe xD

Pernah saya mikir, kalo kerja ngapain harus pake tittle panjang ama ijazah? *I don't know what ur talking about dud..!!

Dan banyak juga yang bilang gitu sama saya, entah kenapa menurut saya sekolah itu bukan buat nyari kerja. Logikanya "Kamu mau kerja, trus ngandelin Ijazah. Padahal belum tentu tuh ijazah hasil nilai kamu murni". Dengan kata lain, itu sebuah konspirasi dalam kehidupan yang menjadi kebiasaan dalam masyarakat. "Kita pingin kerja, dan kita pake ijazah ga asli, tapi asli". Bingung?

Apalagi kita makan pake uang hasil menipu itu, bukannya haram ya?

Menurut saya sih, belajar, sekolah, pengetahuan, dan mencari ilmu adalah tugas mulia umat manusia. Bukan lagi kebutuhan tapi hak kita sebagai manusia, dan satu lagi. Kita bertugas menjalankan, mempraktekkan apa saja yang kita dapat untuk kepentingan bersama. 

"Ngapain juga saya perduli mereka?, kenal aja engga". Banyak juga kata-kata seperti itu masuk dan menikam gendang telinga saya. 

Ketakutan akan rasa tidak mendapatkan apa-apa dan rasa keegoisan manusia yang masih tinggi, penyebab tambah terpuruknya moral bangsa. Hal ini bukan hanya terjadi di kota-kota yang disebut besar, memang besar. Tapi tidak cukup besar untuk menampung manusia seluruh negri ini.

Gini, saya jelasindari  pertama. Jikalau orang pingin berkarya, kenapa juga musti sekolah?, dan jawabannya adalah, biar gampang masuk kerjanya. Dengan kata lain, kita menggunakan ijazah sebagai senjata untuk bekerja dalam lingkup kantor dan perusahaan. Di sisi lain, ilmu yang seharusnya kita dapat sewakttu belajar dalam sekolah malah tersudutkan dalam presepsi ini. Mereka yang berfikir bahwa yang terpenting adalah ijazah itu sendiri menganggap bahwa, kenapa belajar pintar-pintar?, karna kita ga bakalan gunain logaritma, aritmatika, Aljabar, sampai ke hukum Aristoletes, dan hukum kekekalan energi dalam kehidupan sehari-hari.

Memang itu tidak bakal dijumpai dalam kehidupan biasa, tapi dalam level tertentu memang digunakan. Hanya bagi mereka yang sadar ilmu saja yang tahu arti pentingnya pelajaran-pelajaran itu.

Manusia berpemikiran awam hanya akan jadi manusia awam, manusia berpemikiran biasa hanya akan menjadi manusia biasa, dan manusia yang luar biasa memiliki pemikiran yang luar biasa pula. Bukan berarti mereka harus hapal rumus-rumus fisika, kimia, atau matematika. Tapi mereka yang dapat menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak mereka yang katanya lulusan luar negri, atau pondok pesantren, atau yang lebih nge-jreng, lulusan Wammy's House(dalam serial anime Death Note) atau lembaga Pendidikan Dokter Charles Xavier. Kalau mereka memiliki moral rendahan, tak berguna semua ilmu dan gelar yang dia miliki.

Dan ada kalanya kita menilik semua penjuru negri ini. "Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya", peribahasa ini mungkin harus ditambahi dengan ungkapan "Pohon tidak akan tumbuh tanpa akar". Korupsi, nepotisme, kolusi. Makanan kehari-hari kita, walau bukan seorang penjabat kita pasti melakukannya. Kemungkinan 75% dalam waktu kita. Hanya kita tidak sadar telah melakukannya, sifat-sifat seperti ini akan menjadi kebiasaan yang suit dihilangkan, dana sudah mendarah daging. Akar yang kuat akan menjaga pohonnya, dan pohon yang kuat akan menjaga hijau hutannya.

Akar ini adalah ungkapan bagi rakyat, pohon adalah pejabat danhutan adalah negri ini. Sesuatu itu akan bermula dari bawah keatas. Banyak yang tidk sadar melakuakan sesuastu tapi masih bisa mencela orang lain, itulah peribahasa semut dan gajah yang berada di pelipuk mata dan seberang sana.

Ngmong-ngomong soal mata, indra penglihatan ini adalah alat terhebat dari setan setelah hati nurani. Kenapa begitu?, karna dengan ini kita melihat dunia, kejamnya, keindahanya, busuknya, mendung, cerah, hingga bayang yang setiap hari mengikuti kita.

Tapi semua itu palsu, manusia hanya diberi penglihatan tentang apa yang bisa dilihat. Itulah manusia, hanya menganggap ada karena melihatnya, tapi anehnya mereka lebih mempercayaai roh dari pada Tuhan. Keberadaaan sesuatu tidak hanya ditilik dari sesuatu yang bisa dilihat saja, atau dinalar, jika hanya itu. Maka Tuhan yang Maha Kuasa memang tidak bisa di bayangkan. Karena Dia Maha Kuasa. 

Kapan kita memiliki sesuatu, kapan kita mendapat sesuatu. itulah pertanyaanya sekarang. Tapi, jangan lupa dengan pertanyaan, "Kapan kita benar-benar memiliki sesuatu, Apa kita Pernah memiliki sesuatu? itulah yang seharusnya kita jawab dan pikirkan.

Kapan sesuatu yang kita miliki ini hilang?, kapan itu akan meninggalkan kita?.-


Salam Kenal,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar