Rabu, 24 September 2014

Apa aja deh mbloo

      Kata, kata dalah sebuah sebuah dasar dalam ucapan. Kata bisa menjadi indah atau buruk, tergantung bagaimana cara kita mengucapkan. Ini seperti sebuah bahan masakan, masakan adalah olahan bumbu dan bahan-bahan inti pada masakan itu. Sedap atau tidak, itu tergantung seperti apa kita mengolahnya, benar, tepat atau tidak kita mengkomposisikan bumbu, tepat atau tidak kita membuat adonan, serta tepat atau tidak waktu kita memasukkan bahan satu dan yang lain.
Seperti halnya kata, mereka juga akan indah jika kita menempatkan tambahan hiasan yang tepat pula.

Katakan pada bulan, bahwa aku jatuh hati pada serigalanya...
Katakan pada matahari, hatiku takluk pada singanya,

Ku katakan padamu, ragaku roboh olehmu,
Angkuhmu begitu, tak bisa hingga membisu...
Kau tutup pendengaranmu, kau buta terhadapku,

Tidak bisakah kau tatapku sekejap?
Tak bisakah katakanku sekecap?
Tak bisa kau dengar sesaat?

Karenamu, puisiku pun tak terdengar indah seperti dulu...
               
      Kembali lagi menulis, bukan untuk menjadi seseorang yang merasa pintar dalam hal menulis. Karena obsesi. Bukan, bukan obesitas, gue aja kurus kering. Mungkin kalian akan bingung, sebenarnya nih orang nulis apaan? Ga jelas, dan sok puitis.
      Jawabanya singkat : karena emang gue orang yang cerewet, dan suka cerita ama orang lain.
      Tapi orang udah ga peduli deh, gue mau cerita apa. Ga bakal ada yang betah dengan orang cerewet kaya gue. Kecuali jika dia sahabat terbaik gue. Aneh ga sih? Sahabat? Sahabat adalah teman terbaik. Lantas, jika sahabat yang artinya teman terbaik ini di tambah lagi penekanan pada kata terbaik. Lagi. Dan artinya dia adalah orang yang akan menerima gue apa adanya.
      Gue punya banyak temen baik, banyak. Jika kalian bayangin temen-temen baik gue adalah orang yang cuman istilah “say hello” doang. Kalian salah. Mereka orang-orang yang dipilih Tuhan, Sang Maha Pencipta. untuk berada dalam tali takdir gue. Melakukan hal bersama dan tetap dalam tali takdir hingga kini.
      Dan anggap saja kalian paham, kalo gue juga punya sahabat terbaik. Namanya ga perlu disebutin sih, kebanyakan temen gue cowok dengan nama ke cewek-cewek an. Tapi asli, mereka gentle tanpa ada tanda distorsi pada sifat laki mereka. Serius.
      Tapi kali ini gue ga bahas temen-temen gue. Termasuk aib-aib mereka. Ada yang suka ngupil, ada yang suka dandan, ke salon, hang out, nongkrong di Mall. Itu bukan temen gue banget, kecuali bagian upilnya. Nongkrong mereka tuh di mesjid bro, serius. Ya biasalah, ngaji, dzikir, meni pedi, luluran, nyalon, make up, sulam alis, ngeritingin bulu ketiak, cabutin bulu kaki. Bzzzzzz....
      Di bilang gue suka banget cerita. Entah kenapa tangan gue ga mau berhenti nulis. Nih kan tetep aja nulis. Oh God...!!
      Setelah... anggap aja tahun lalu. Gue kerja di sebuah perusahaan dengan label Mold maker, sekarang perusahaan trafo factory, dan akan menjadi sebuah perusahaan pembuat trafo terbaik sedunia. Tapi naas nya gue masih belum ngeh dengan pekerjaan gue. Menjadi apa dan di bagian apa gue sekarang. Yah, yah.. gue kerjain apa aa yang bisa gue kerjain, gue belajar apaa yang ingin gue pelajari. Belajar dan di gaji, seperi itulah gue sekarang. Dan jika seseorang tanya “mau nerusin kuliah ga mas?”. Gue cuman bisa bilang” selama bisa saya pelajari secara otodidak, ga perlu lah kuliah.”
      Lagian kuliah mahal bro, bukan cuman sekolah aja yang diperlukan, keahlian juga. Gue cuman masih bingung, belajar arsitektur dan sipil secara otodidak itu susah bro. Ga kaya sotosop, pemograman, Ms Word, ecxel, dll... jadi gue masi berusaha membaca sebanyak-banyaknya apa yang ada, download apa aja yang dibutuhin. Dan berusaha mencari tau fakta dibalik sebuah kontruksi. Ga tanggung – tanggung, gue baca buku-buku arsitektur berbahasa Inggris. Biar greget pusingnya.


                Sekian dari gue. Ga mutu kan postingan gue, nah itu lah masalahnya...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar